RSS Feed
Dunia Anak Kita
image

Indah Setyowati

image
Artikel Terbaru
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Pentingnya Bercerita bagi Anak

image

  Untuk para pembaca yang sudah memiliki anak, izinkan saya bertanya terlebih dahulu: kapan terakhir kali anda bercerita pada anak anda? Ada yang belum pernah sama sekali? Anda yang belum memiliki anakpun juga bisa mencoba mengingat-ingat kembali: kapan (atau pada umur berapa) terakhir kali anda didongengi oleh orangtua anda? Kalau anda mempunyai pengalaman mendongengi anak atau didongengi orangtua, maka selamat buat anda. Kalaupun anda tidak mempunyai pengalaman, anda juga tidak sendirian. Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya bercerita bagi anak mereka, dan hal ini patut disayangkan.

Zaman yang semakin sibuk dan ramai bisa dibilang turut memperparah gejala ini. Orangtua, dan tak jarang keduanya (ayah dan ibu), bekerja lebih keras dan lebih lama di luar rumah, sehingga mereka sudah kehabisan tenaga untuk menghabiskan waktu bersama anaknya. Banyaknya pilihan media juga cenderung membuat orangtua membiarkan anaknya ’didongengi’ oleh film, acara TV, musik, buku, komik, internet, dan game yang belum tentu sesuai perkembangan usia mereka dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan orangtua kepada anaknya. Padahal bercerita mempunyai dampak yang lebih buat anak dibandingkan dengan media-media yang lebih modern.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari aktifitas bercerita. Berikut adalah manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dari bercerita  (Takwin, 2007):

  • Berbagi dan menciptakan pengalaman bersama dengan bantuan cerita dapat mengembangkan kemampuan anak menafsirkan peristiwa yang ada di luar pengalaman langsungnya.
  • Memperkenalkan pola bahasa lisan kepada anak. Anak butuh pengalaman yang luas mengenai bahasa agar bisa belajar membaca dan menjadi pembaca yang unggul.
  • Mengembangkan kemampuan menyimak dan mendengar aktif pada diri anak.
  • Mengembangkan sikap positif anak terhadap buku dan membaca. Bercerita merupakan alat yang prima untuk memperkenalkan anak dengan dunia bacaan yang menakjubkan. Untuk tujuan ini, pencerita memegang dan membaca buku ketika bercerita agar anak memiliki asosiasi positif antara buku dengan kesenangan yang ia dapat dari mendengarkan cerita. Pencerita pun menjelaskan buku apa yang dibacanya sebagai sumber cerita yang disampaikannya.
  • Mengembangkan empati anak-anak, dalam arti menempatkan diri pada posisi orang lain, mengembangkan kepedulian, serta memahami keterkaitannya dengan orang lain dalam dunia bersama.
  • Menyumbang kepada kesehatan mental anak serta menolong anak belajar mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapinya. Dengan bercerita, pencerita dapat membantu anak mengembangkan kemampuan pengelolaan dirinya melalui pemberian struktur bagi khayalan dan fantasinya.
  • Membantu anak untuk mengembangkan sebuah sistem nilai etis.
  • Memperkenalkan anak dengan kisah-kisah klasik yang teruji kualitasnya dan umum dikenal orang karena hal-hal baik yang dikandungnya.
  • Menambah perbendaharaan kata anak.
  • Cerita menghibur dan menyenangkan anak.
  • Memperkaya anak di pelbagai ranah kurikulum, seperti bahasa, sejarah, budi pekerti, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial. Bahkan dewasa ini bercerita sering dijadikan media untuk belajar matematika.
  • Membantu anak untuk dapat menghargai kekayaan budayanya serta kekayaan budaya bangsa lain.
  • Memfasilitasi anak untuk mendapatkan hikmah dari cerita yang dapat ia perbandingkan dengan pengalamannya sehari-hari.
  • Membantu anak belajar memahami hal-hal dari beragam sudut pandang; meningkatkan kompleksitas pikiran anak.
  • Memfasilitasi imajinasi dan fantasi dalam rangka pengembangan kreativitas.

 

 

Fri, 13 May 2011 @12:27


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar