RSS Feed
Dunia Anak Kita
image

Indah Setyowati

image
Artikel Terbaru
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Tips Menumbuhkan Kreatifitas Anak

Di usia balita anak sedang senang-senangnya bereksplorasi pada semua hal yang ditemuinya. Terkadang anak terdorong rasa penasarannya sehingga mengutak-atik mainannya, sehingga menjadi rusak. Tetapi, membiarkan anak melakukan berbagai percobaan tentu saja mengobati rasa hausnya akan berbagai pengetahuan baru.

* Mengasah kognitif.

Mengutak-atik mainan, meskipun dengan sentuhan yang terkesan sembarangan bermanfaat untuk perkembangan kognitifnya. Ia belajar menganalisis apa yang membuat mainan ini bergerak, kemudian ia menyimpulkan bahwa baterai dan tombol "on-off " itu penyebabnya.

* Melatih motorik.

Mengurai benda, melepas aksesori mainan, bermanfaat untuk perkembangan motoriknya. Saat anak belajar melepas sesuatu dari tempatnya, ini juga bermanfaat untuk latihan koordinasi tangan dan mata. Selain itu, anak berkesempatan menyentuh berbagai permukaan, baik lembut, keras, halus, kasar, licin, kesat, dan sebagainya.

* Mengembangkan kreativitas.

Yang paling utama dari serangkaian aktivitas itu adalah kesempatan anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Tanpa disadari anak belajar mengelaborasi idenya. Awalnya sekadar ingin menghentikan boneka, tapi ternyata ia menemukan bahwa boneka itu bisa dibuka bagian punggungnya, sumber energinya ada di baterai dan seterusnya. Meski ia belum bisa menganalisis sejauh itu, tapi kesempatan seperti ini mendorong anak untuk berpikir kreatif.

Dengan sederet manfaat seperti tersebut di atas, alangkah sayangnya kalau orangtua menghilangkan kesempatan anak mendapatkan informasi, sekadar karena tak ingin mainan yang dibeli dengan uang rusak sia-sia. Padahal tak ada yang sia-sia kalau saja orangtua melakukan hal ini:

* Ajukan pertanyaan.

Tentunya pertanyaan yang merangsang rasa ingin tahu anak. "Adek sedang apa?" - "Oh, penasaran ya, kenapa mainannya bisa bergerak?" - "Kita lihat sama-sama yuk." - "Ternyata ini lo, Dek, baterainya yang membuat boneka ini bisa menabuh drum."

* Bimbing anak.

Biarkan dulu anak bereksplorasi. Kalau anak terlihat kesulitan, bimbinglah. Tunjukkan bagaimana cara melepas sumbat baterai, mengambil baterai atau apa saja yang sedang menjadi fokus perhatiannya saat itu. Tapi jangan biarkan anak hanya sebagai penonton. Beri kesempatan padanya untuk mengulang apa yang sudah dicontohkan. Biarkan ia melakukan aksinya, jangan terlalau cerewet dengan mengatakan, "Bukan begitu... bukan begini.” Menyalurkan energinya. Supaya tidak sekadar “merusak”, salurkan energinya secara tepat.


Sumber : Nakita



Mon, 5 Dec 2011 @21:48


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar